Doorstoot naar Djokja menimbulkan pertikaian sipil dan militer, pertikaian antar pemimpin republik. Pimpinan militer bertekad menjawab serangan tentara Belanda dengan melancarkan perang gerilya. Di sisi lain, para pemimpin sipil sepakat mencoba strategi perlawanan baru melalui jalur perjuangan diplomasi. Bagaimana akhir pertikaian tersebut?