Ishtar, aku bertemu Samudra, laki-laki yang membuatku menahan cemburu. Walau ternyata takdirnya sama dengaku. Sama-sama bukan jodohmu.
Langit di atas Baiturrahman bertaburan kerlap-kerlip bintang. Anak kecil itulah yang menjadikan langit malam begitu cerah. Wajah dan perkataannya yang lugu menyentuh nuraniku. Maka, tatkala aku harus pergi untuk jangka waktu yang tak tentu, seperti ada yang hilang dalam diriku. Karena itulah, ke mana pun aku pergi, hanya bintang itu yang selalu ada di hatiku. Simak terus kisah-kisah dari Tanah …
Allah Mahabesar! Ibeng, pemuda bisu, namun tidak bisu nalurinya. Tak pernah ia diajar 'mengenal' perempuan. tapi seiring masanya, dengan nalurinya ia mulai terlihat berubah. Tapi bagaimana mengajarkan bahwa agama melarang laki-laki dewasa mendekati perempuan yang belum resmi dinikahi? Bagaimana menunjukkan itu tercela, sedangkan ia lihat para pemuda sebayanya banyak yang berperilaku begitu. Men…
FLP Pekalongan penuh dengan penulis-penulis produktif yang cerdas, sensitif, dan sarat dengan ide-ide orisinil. Tidak heran, karena hampir semua penulisnya telah besar di banyak media. Kumpulan cerpen "Gadis Halusinasi" ini berisi cerpen-cerpen yang sangat variatif, segar, begitu eksploratif dan tidak ketinggalan zaman.
Buku ini terdiri dari 13 karya fiksi dan prosa pendek, yang merupakan kumpulan karya Dee Lestari di seputar tahun 2006-2011. Untaian kisa apik ini menyuguhkan berbagai tema: perjuangan sebuah toko roti kuno, dialog antara ibu dan janinnya, dilema antara cinta dan persahabatan, sampai tema seperti reinkarnasi dan kemerdekaan sejati. Lewat sentilan dan sentuhan khas seorang Dee, Madre merupakan …
Rasa Trisana berisi kumpulan cerpen karya pelajar Sekolah Menengah Kejuruan. Mereka berupaya menyampaikan berbagai ide tentang kesehatan mental, cinta remaja, kehidupan keluarga, persahabatan, serta imajinasi yang mencengangkan. Orang dewasa pun layak membaca karya ini untuk menggugah kembali ambisi, harapan, serta kengangan yang terenggut oleh kesibukan pekerjaan. Selamat menikmati sajian ini.…
Menulis cerpen bagi Yanusa Nugroho seperti menulis buku harian. Begitu banyak peristiwa di sekitar, yang banyak berisi 'sindiran' terkait kenyataan masyarakat negeri ini yang kian miskin etika dan moral