Teks/Dicetak
Pernikahan Bisu
Allah Mahabesar! Ibeng, pemuda bisu, namun tidak bisu nalurinya. Tak pernah ia diajar 'mengenal' perempuan. tapi seiring masanya, dengan nalurinya ia mulai terlihat berubah. Tapi bagaimana mengajarkan bahwa agama melarang laki-laki dewasa mendekati perempuan yang belum resmi dinikahi? Bagaimana menunjukkan itu tercela, sedangkan ia lihat para pemuda sebayanya banyak yang berperilaku begitu. Mendekati gadis-gadis dan berlaku yang dimurkai agama. Sebagai ibu, Rughayah tak ingin anaknya berbuat salah. Ia tak ingin anaknya berzina. Maka terulurlah niat untuk menikahkannya. Namun, cukupkah ketulusan melenyapkan bimbang yang merajai hati? Lalu, bagaimana ibu dan anak itu menemukan jawaban untuk sebuah pinta sederhana yang beralamat kebahagiaan?
Tidak tersedia versi lain