Teks/Dicetak
Paradoks Bingar
Pertentangan nomor satu Bingar sebagai pitcher bisbol; ia harus melempar bola sekuat-kuatnya ke pemukul supaya bola itu tidak bisa dipukul.
Pertentangan nomor dua: ia piawai sebagai pitcher, tapi selalu didera demam panggung setiap kali berdiri di mound.
Pertentangan nomor tiga: ia tidak suka dicap anak nakal, tetapi memimpin geng paling berandalan di SMA Baswara.
Pertentangan nomor empat: ia tahu Pasha manusia gila, tapi mau-mau saja melakukan apa pun untuknya. Dari mengusir Batman, mengganti kaca jendela kantin yang pecah, membebaskan buaya dari penangkaran, hingga berusaha mengalahkan tim SMA Adigana, tim bisbol terkuat di kota.
Namun, misi yang terakhir itu nyaris mustahil. Sebab, selain urusan demam panggung, Bing juga punya dosa masa lalu yang tak akan bisa idmaafkan oleh tim Adigana. Mereka pasti akan mati-atian menghancurkan Bing di pertandingan. Mampukah Bing mengubah kelemahannya menjadi kekuatan untuk mengalahkan tim Adigana?
Tidak tersedia versi lain